Kalkulator Simpangan Baku

Simpangan baku

Tempel daftar angka, lalu kalkulator akan menghasilkan rata-rata, varians, simpangan baku (simpangan baku sampel s dengan penyebut n−1 dan simpangan baku populasi σ dengan penyebut n), koefisien variasi, serta skor z untuk setiap nilai. Ini berguna untuk melihat seberapa menyebar data di sekitar rata-ratanya sebelum menjalankan uji parametrik.

Cara menghitung simpangan baku

  1. 1

    Tempel angka Anda

    Pisahkan dengan koma, spasi, atau baris baru. Entri yang bukan angka akan diabaikan.

  2. 2

    Rata-rata x-bar dihitung

    Jumlah nilai dibagi banyaknya nilai.

  3. 3

    Simpangan kuadrat dijumlahkan

    sum((x − x-bar)²).

  4. 4

    Bagi lalu ambil akarnya

    Sampel: bagi dengan (n−1), lalu ambil √. Populasi: bagi dengan n, lalu ambil √.

Sampel atau populasi: kapan memakai masing-masing?

Gunakan populasi (penyebut n) Gunakan sampel (penyebut n−1)
Anda memiliki seluruh nilai dalam populasi yang diteliti Anda memiliki sampel dari populasi yang lebih besar
Sensus lengkap semua karyawan 20 pelanggan yang dipilih dari ribuan pelanggan
Semua 10 lemparan dadu dalam satu sesi tertentu Pengukuran dari lini produksi

Penyebut n−1 (koreksi Bessel) menghasilkan penaksir varians populasi yang tidak bias dari data sampel. Jika memakai n sebagai penyebut, varians populasi yang sebenarnya cenderung diremehkan. Untuk n besar perbedaannya mengecil, tetapi pada ukuran sampel kecil dampaknya penting.

Intuisi simpangan baku

Jika sebuah kumpulan data memiliki rata-rata 100 dan simpangan baku 15, dengan asumsi distribusinya kira-kira normal:

  • 68% nilai berada di antara 85 dan 115 (1 simpangan baku)
  • 95% berada di antara 70 dan 130 (2 simpangan baku)
  • 99,7% berada di antara 55 dan 145 (3 simpangan baku)

Inilah aturan 68-95-99,7, atau aturan empiris. Skor IQ, tinggi badan manusia, dan banyak pengukuran alami sering mendekatinya jika datanya berdistribusi hampir normal.

Koefisien variasi

CV = simpangan baku / rata-rata. Ini adalah ukuran sebaran tanpa satuan, berguna saat membandingkan variasi antar dataset dengan rata-rata berbeda. CV sebesar 0,1 (10%) berarti simpangan bakunya kira-kira 10% dari rata-rata. Ukuran ini tidak bermakna untuk data yang dapat melewati nol.

Skor z

Untuk setiap nilai x: z = (x − rata-rata) / simpangan baku. Skor ini menunjukkan berapa simpangan baku nilai tersebut berada di atas atau di bawah rata-rata. |z| > 2 sering ditandai sebagai nilai yang agak menyimpang; |z| > 3 cukup jarang pada data normal.

Kesalahan umum

  • Memakai rumus populasi saat seharusnya memakai sampel. Ini membuat variasi pada data sampel tampak terlalu kecil.
  • Mencampur rata-rata dan simpangan baku dari satuan berbeda. Selalu periksa skalanya.
  • Menerapkan aturan distribusi normal pada data yang tidak normal. Data yang miring atau memiliki beberapa puncak merusak heuristik 68-95-99,7. Buat histogram terlebih dahulu.
  • Mengabaikan pencilan. Satu nilai ekstrem dapat menaikkan simpangan baku secara tajam. Untuk data berekor berat, gunakan alternatif yang lebih tangguh seperti simpangan absolut median atau rentang antarkuartil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Fungsi Excel saat ini adalah STDEV.S untuk sampel dengan penyebut n−1 dan STDEV.P untuk populasi dengan penyebut n. Fungsi lama STDEV dan STDEVP masih tersedia untuk kompatibilitas, jadi pastikan fungsi yang dipakai sesuai dengan asumsi sampel atau populasi Anda.

Ya. Simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan pengukuran Anda, misalnya cm, rupiah, atau detik. Varians berada dalam satuan kuadrat, sehingga simpangan baku biasanya lebih mudah dibaca.

Simpangan baku sampel didefinisikan untuk n >= 2. Jika n kurang dari sekitar 30, pertimbangkan untuk melaporkan interval kepercayaan di sekitar simpangan baku atau memakai alternatif yang lebih tangguh.

Simpangan baku tetap terdefinisi. Untuk proporsi p, SD = sqrt(p × (1−p)). Sampel dengan 60% nilai bernilai 1 memiliki SD = sqrt(0,6 × 0,4) ~= 0,49, berapa pun jumlah pengamatannya.

Alat Terkait