Kalkulator BMI

Pemeriksaan BMI

Masukkan tinggi dan berat badan, lalu kalkulator menampilkan BMI Anda (kg/m²) beserta kategori dewasa Organisasi Kesehatan Dunia: berat badan kurang, berat normal, berat berlebih, atau obesitas. Kalkulator juga menunjukkan BMI Prime dan rentang berat yang masuk kategori normal untuk tinggi Anda, dalam kilogram atau pon, berguna sebagai titik awal, bukan diagnosis.

Cara BMI dihitung

  1. 1

    Masukkan tinggi dan berat

    Pilih satuan metrik (cm / kg) atau imperial (in / lb). Untuk mode imperial, masukkan tinggi sebagai total inci.

  2. 2

    Rumus diterapkan

    BMI = berat (kg) / tinggi (m)^2. Satuan imperial dikonversi secara internal, dan hasil BMI tetap dalam kg/m².

  3. 3

    Kategori ditentukan

    Hasil utama memakai batas WHO dewasa pada 18,5, 25, dan 30; tabel referensi di bawah juga memecah obesitas ke dalam kelas pada 35 dan 40.

  4. 4

    Rentang berat sehat muncul

    Untuk tinggi Anda, kalkulator menampilkan berat pada BMI 18,5 dan BMI 24,9, yaitu rentang normal Anda.

Kategori BMI dewasa menurut WHO

BMI (kg/m²) Kategori
< 18,5 Berat badan kurang
18,5 – 24,9 Berat badan normal
25,0 – 29,9 Berat badan berlebih
30,0 – 34,9 Obesitas kelas I
35,0 – 39,9 Obesitas kelas II
≥ 40,0 Obesitas kelas III

Panduan untuk populasi Asia, seperti IOTF dan WHO Asia Pacific, memakai ambang yang lebih rendah: 23 untuk berat berlebih dan 27,5 untuk obesitas. Alasannya, persentase lemak tubuh dapat lebih tinggi pada nilai BMI yang sama.

Panel hasil tetap memakai kategori utama berdasarkan batas WHO standar untuk orang dewasa, lalu menambahkan BMI Prime (BMI ÷ 25) dan rentang berat sehat 18,5–24,9 sesuai tinggi badan Anda. Angka tambahan ini memudahkan perbandingan tanpa menjadikan BMI sebagai diagnosis.

Keterbatasan BMI

  • Massa otot: atlet dan orang yang banyak latihan beban dapat terlihat berlebih menurut BMI meski lemak tubuhnya rendah. Pemain depan rugby dan binaragawan sering berada di rentang 28-32.
  • Usia dan sarkopenia: orang lanjut usia kehilangan massa otot, sehingga BMI normal dapat menutupi kekurangan otot.
  • Komposisi tubuh: BMI tidak menunjukkan lokasi lemak. Lemak perut, terutama lemak viseral, membawa risiko kardiometabolik lebih besar daripada lemak pinggul atau paha pada BMI yang sama.
  • Kehamilan: BMI tidak bermakna selama kehamilan atau beberapa bulan pertama setelah melahirkan.

Ukuran pendamping yang lebih baik

  • Rasio lingkar pinggang terhadap tinggi: jaga lingkar pinggang kurang dari setengah tinggi badan.
  • Persentase lemak tubuh: melalui DEXA, penimbangan hidrostatik, atau timbangan bioimpedansi yang baik.
  • Lingkar pinggang: lebih dari 102 cm pada pria dan lebih dari 88 cm pada wanita menandakan risiko meningkat, terlepas dari BMI.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

BMI adalah alat skrining tingkat populasi, bukan diagnosis. Orang yang sangat berotot, hamil, sangat tinggi atau pendek, lanjut usia, dan beberapa kelompok etnis sering salah diklasifikasikan. Gunakan sebagai salah satu data, bukan satu-satunya ukuran.

Pada populasi Asia, risiko metabolik dapat meningkat pada nilai BMI yang lebih rendah. Karena itu WHO Asia Pacific menetapkan berat berlebih pada 23 dan obesitas pada 27,5. Kalkulator ini mempertahankan hasil utama pada batas WHO standar untuk orang dewasa dan menampilkan ambang Asia-Pasifik sebagai konteks.

Hanya dengan grafik persentil berdasarkan usia dan jenis kelamin. Kategori dewasa tidak berlaku. Kalkulator ini untuk usia 18 tahun ke atas; anak-anak sebaiknya memakai alat BMI menurut usia.

WHO menyebut BMI 18,5 sampai 24,9 sebagai rentang normal. Untuk tinggi Anda, kalkulator menampilkannya sebagai rentang kg atau lb yang spesifik, dan bagian bawah rentang itu sering terkait dengan penanda kardiovaskular jangka panjang yang lebih baik.

Alat Terkait