Penganalisis Keterbacaan

Berikutnya

Tempel teks berbahasa Inggris apa pun, dan alat analisis akan menghasilkan empat skor keterbacaan secara berdampingan (Flesch Reading Ease, Flesch-Kincaid Grade Level, Gunning Fog Index, dan SMOG Grade) serta data mentah: jumlah kata, kalimat, suku kata, dan kata kompleks. Alat ini sangat cocok untuk mengkalibrasi tulisan blog, naskah pengalaman pengguna (UX), pemberitahuan hukum, serta tugas sekolah. Rumus-rumus ini dikalibrasi untuk bahasa Inggris, sehingga skor untuk teks berbahasa Indonesia hanya bersifat perkiraan.

Cara kerja sistem penilaian keterbacaan

  1. 1

    Tempel teks

    Setidaknya 100 kata diperlukan untuk menghasilkan skor yang stabil; jika jumlahnya kurang dari itu, hasil perhitungan akan menjadi tidak akurat (berisiko tinggi terjadi kesalahan).

  2. 2

    Penganalisis menghitung

    Kalimat, kata, suku kata (dengan estimator berbasis pemenggalan suku kata), serta kata kompleks (berisi 3 suku kata atau lebih).

  3. 3

    Empat rumus dijalankan.

    Setiap rumus menggabungkan data dengan cara yang berbeda; keempatnya dilaporkan. Nilai kelas mengacu pada jenjang sekolah di AS.

  4. 4

    Interpretkan secara berdampingan

    Jika skor-skor tersebut sangat berbeda, kemungkinan besar teks tersebut memiliki kombinasi yang tidak biasa antara kalimat pendek dan kata-kata panjang (atau sebaliknya).

Empat rumus

Skor Hasil Seberapa mudah dibaca
Tingkat Kemudahan Membaca Flesch 0–100 (semakin tinggi, semakin mudah) Nilai 60–70 menunjukkan bahasa Inggris yang sederhana
Tingkat Flesch-Kincaid Kelas sekolah di AS Kelas 7–8 untuk pembaca umum
Indeks Gunning Fog Kelas sekolah di AS Untuk pembaca umum: di bawah kelas 12
Kelas SMOG Kelas sekolah di AS 10–12 untuk berita, 14+ untuk konten akademik

Target Referensi

  • Teks web yang ditujukan langsung kepada konsumen: Flesch Reading Ease 60–70 (kelas 7–8).
  • Artikel berita: Kelas 9–11.
  • Makalah akademik: Tingkat 12 ke atas.
  • Pemberitahuan hukum: umumnya ditujukan bagi orang berusia 16 tahun ke atas; inilah alasan utama adanya undang-undang yang disusun dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Batas-batas dari rumus-rumus tersebut

Skor keterbacaan mengukur kompleksitas struktur teks, panjang kalimat, jumlah suku kata, dan jumlah karakter. Skor tersebut tidak mengetahui apakah tulisan Anda masuk akal secara logis atau tidak. Sebuah teks dapat mendapatkan skor “mudah” namun tetap tidak koheren. Gunakan skor sebagai sistem peringatan dini, bukan sebagai panduan penulisan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Masing-masing metode menilai panjang kalimat, jumlah suku kata, dan jumlah kata kompleks secara berbeda. Flesch-Kincaid memberikan bobot lebih tinggi pada jumlah suku kata, sedangkan SMOG dan Gunning Fog berfokus pada kata-kata kompleks (berisi 3 suku kata atau lebih). Perbedaan penilaian yang signifikan mengindikasikan adanya struktur kalimat yang tidak biasa.

Tidak dapat diandalkan. Rumus-rumus ini dikalibrasi berdasarkan teks bahasa Inggris; untuk bahasa Jerman, Prancis, dan Spanyol, digunakan sistem skor keterbacaan tersendiri (LIX, Fernandez-Huerta, Flesch-Szigriszt) yang sebaiknya digunakan sebagai pengganti.

Novel menggunakan kalimat dialog yang singkat dan kata kerja sederhana, sehingga meningkatkan keterbacaan. Sebaliknya, naskah teknis cenderung memasukkan definisi dan kualifikasi ke dalam kalimat yang panjang, yang justru merugikan keterbacaannya. Untuk naskah pemasaran, sebaiknya gunakan pola kalimat yang lebih singkat.

Sebuah kata yang terdiri dari tiga atau lebih suku kata, kecuali nama khusus, kata majemuk, dan sufiks umum seperti -ing atau -ed. Kata “complexity” termasuk dalam kategori tersebut, sedangkan “controlled” tidak termasuk.

Alat Terkait

Alat ini tersedia dalam bahasa lain