Kalkulator Pencilan

Pencilan
Berikutnya

Tempelkan sederet angka, lalu kalkulator ini menandai pencilan dengan aturan Tukey 1,5 × IQR. Ia mengurutkan data, menghitung kuartil pertama (Q1), kuartil ketiga (Q3), dan rentang antarkuartil (IQR = Q3 - Q1), kemudian menurunkan batas bawah (Q1 - 1,5 × IQR) dan batas atas (Q3 + 1,5 × IQR). Setiap nilai di luar batas tersebut dilaporkan sebagai pencilan, sangat membantu untuk membersihkan jawaban survei, log sensor, nilai ujian, atau data uji A/B sebelum Anda mempercayai rata-ratanya.

Cara menemukan pencilan

  1. 1

    Tempelkan angka Anda

    Masukkan minimal empat nilai yang dipisahkan koma, spasi, atau baris baru. Pengurai mengabaikan bagian kosong dan token nonnumerik.

  2. 2

    Tinjau aturannya

    Alat ini menerapkan aturan 1,5 × IQR pada Q1 dan Q3, metode yang sama di balik kumis pada boxplot klasik.

  3. 3

    Baca pencilannya

    Lihat nilai yang ditandai beserta Q1, Q3, IQR, serta batas bawah dan atas sehingga setiap pengecualian dapat Anda pertanggungjawabkan.

Aturan 1,5 × IQR

Rentang antarkuartil adalah sebaran dari 50% data bagian tengah:

IQR = Q3 − Q1

Batas Tukey menandai perbatasan antara sebaran “normal” dan dugaan pencilan:

  • Batas bawah = Q1 − 1,5 × IQR
  • Batas atas = Q3 + 1,5 × IQR

Setiap nilai di bawah batas bawah atau di atas batas atas akan ditandai. Pengali 1,5 adalah konvensi yang dipilih agar, untuk data yang kira-kira normal, hanya sekitar 0,7% titik yang salah ditandai. Menggunakan 3 × IQR justru mengidentifikasi pencilan ekstrem.

Contoh terkerjakan

Kumpulan data: 2, 5, 6, 7, 8, 9, 50

Langkah Nilai
Q1 (kuartil pertama) 5,5
Q3 (kuartil ketiga) 8,5
IQR = Q3 − Q1 3
Batas bawah = Q1 − 1,5 × IQR 1
Batas atas = Q3 + 1,5 × IQR 13

Nilai 50 berada jauh di atas batas atas 13, jadi itulah satu-satunya pencilan. Semua nilai lain jatuh dengan nyaman di dalam batas, sehingga kumpulan data ini memiliki satu pencilan.

Mengapa memakai metode IQR

  • Tahan banting: tidak seperti pendekatan rata-rata ± simpangan baku, kuartil tidak tertarik ke arah nilai ekstrem, jadi satu angka raksasa tak bisa menyembunyikan dirinya.
  • Ringan asumsi: metode ini tidak mengandaikan data Anda benar-benar normal, sehingga aman sebagai penyaringan awal untuk sampel dunia nyata yang berantakan.
  • Transparan: batas-batasnya mudah dilaporkan dan dipertahankan dalam laporan atau audit.

Jebakan yang perlu dihindari

  • Sampel kecil: dengan kurang dari sekitar 8 titik, kuartil menjadi tidak stabil, jadi perlakukan setiap penandaan sebagai dorongan untuk menyelidiki, bukan menghapus.
  • Data menceng: untuk data yang sangat menceng ke kanan (pendapatan, waktu respons), aturan ini terlalu banyak menandai ekor panjangnya. Pertimbangkan transformasi logaritma terlebih dahulu.
  • Menghapus otomatis: pencilan belum tentu sebuah kesalahan. Selalu periksa apakah nilai itu sinyal sungguhan sebelum menghapusnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Menurut aturan 1,5 × IQR, pencilan adalah nilai apa pun di bawah Q1 - 1,5 × IQR (batas bawah) atau di atas Q3 + 1,5 × IQR (batas atas). Ini heuristik yang tahan banting, bukan uji hipotesis formal.

Minimal empat. Kuartil butuh cukup titik untuk membelah data menjadi dua bagian, jadi kalkulator baru mengembalikan hasil setelah Anda memiliki empat nilai numerik atau lebih.

Ada beberapa definisi kuartil yang diterbitkan. Kalkulator ini memakai interpolasi linear (bawaan NumPy/pandas), jadi nilainya bisa berbeda sepersekian dari Excel atau sebagian buku teks pada sampel kecil.

Tidak. Perhitungan berjalan di sesi peramban Anda dan tidak ada yang diunggah, disimpan, atau dibagikan. Angka Anda tidak pernah meninggalkan halaman ini.

Alat Terkait

Alat ini tersedia dalam bahasa lain