Kalkulator Satu Rep Max

1RM calculator

Nilai satu repetisi maksimum (1RM) Anda adalah berat tertinggi yang dapat Anda angkat dalam satu repetisi untuk suatu gerakan tertentu—titik acuan utama dalam setiap program kekuatan berbasis persentase. Mengukur nilai ini secara langsung bersifat stres dan berisiko; oleh karena itu, para pelatih biasanya memperkirakannya dari serangkaian latihan submaksimal: cukup masukkan berat dan jumlah repetisi ke dalam kalkulator, lalu sistem akan menerapkan rumus Epley, Brzycki, dan Lombardi untuk menghasilkan nilai 1RM yang dapat digunakan secara praktis.

Cara mengestimasi 1RM Anda

  1. 1

    Gunakan kumpulan terbaru

    Pilih rangkaian latihan yang Anda lakukan hampir gagal, tetapi tidak sampai mengalami kerusakan teknis—ideally dilakukan 3–6 kali.

  2. 2

    Masukkan berat dan jumlah repetisi

    Berat dalam kg atau lb; jumlah repetisi sebagai angka bulat dari 1 hingga 12.

  3. 3

    Baca tiga perkiraan

    Apley, Brzycki, dan Lombardi cenderung memiliki kesepakatan yang berada dalam rentang 5% pada kisaran 3–6 repetisi.

  4. 4

    Gunakan rata-rata

    Menggunakan rata-rata dari ketiga nilai dalam pemrograman umumnya lebih aman dibandingkan mengandalkan satu rumus saja.

Tiga rumus yang paling sering digunakan

Rumus Persamaan Kekuatan dengan
Apley 1RM = w · (1 + r / 30) 2–10 kali ulangan
Brzycki 1RM = w · 36 / (37 − r) 1–10 kali pengulangan
Lombardi 1RM = w · r^0.10 1–10 kali ulangan

Di mana w merupakan berat yang diangkat dan r merupakan jumlah repetisi yang telah diselesaikan.

Persentase 1RM untuk rentang repetisi umum

Repetisi Sekitar %1RM
1 100%
2 95%
3 93%
5 87%
8 78%
10 75%
12 70%
15 65%

Rumus mana yang patut dipercaya

Untuk program powerlifting, gunakan gerakan Brzycki dengan jumlah repetisi 3–5 kali. Untuk latihan hipertrofi, gerakan Lombardi dengan jumlah repetisi 6–10 kali lebih mendekati nilai 1RM yang sebenarnya.

Tips untuk menghasilkan angka yang akurat

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Secara umum, nilai tersebut berada dalam kisaran 5–10% dari 1RM sebenarnya, jika dihitung berdasarkan serangkaian 3 hingga 6 repetisi yang dilakukan hampir sampai ke titik kegagalan. Ketika jumlah repetisi melebihi 10, tingkat kesalahan meningkat karena konversi dari nilai repetisi maksimum ke 1RM sangat bervariasi antar individu pada rentang repetisi yang tinggi.

Terkadang, jika Anda berkompetisi dalam olahraga powerlifting atau strongman—yang memang merupakan cabang yang menggunakan latihan individu secara langsung—estimasi beserta persentase intensitas latihan dapat mencakup hingga 99% kebutuhan energi secara aman. Namun untuk latihan kekuatan umum atau hipertrofi otot, estimasi tersebut belum cukup.

Metode-metode tersebut cocok untuk berbagai kelompok populasi dan lingkup penerapan yang berbeda. Epley berasal dari kalangan atlet pembentuk tubuh pada tahun 1980-an, Brzycki dari atlet kekuatan, sedangkan Lombardi digunakan dalam pengujian kebugaran militer. Tidak ada satu pun metode yang secara universal tepat.

Gerakan-gerakan ini dirancang berdasarkan latihan angkat beban gabungan—seperti bench press, squat, dan deadlift. Mereka juga cukup sesuai untuk latihan seperti overhead press dan row, namun kurang efektif untuk latihan isolasi (seperti curl atau lateral raise), karena hubungan antara kekuatan dan daya tahan justru lebih dominan dalam jenis latihan tersebut.