Kalkulator tabungan

Proyeksi tabungan
Ini adalah perkiraan bunga majemuk. Perkiraan ini tidak memperhitungkan pajak, biaya, inflasi, atau risiko investasi.

Tabungan tumbuh dari dua hal: uang yang Anda sisihkan dan bunga majemuk yang menghasilkan imbal hasil atas saldo yang sudah terkumpul. Kalkulator ini menggabungkan saldo awal, setoran rutin, tingkat tahunan, frekuensi bunga majemuk, dan horizon waktu, lalu menunjukkan bagian saldo akhir yang berasal dari setoran dan bagian yang berasal dari bunga.

Cara memproyeksikan tabungan Anda

  1. 1

    Masukkan saldo awal

    Gunakan jumlah yang sudah Anda tabung, atau masukkan 0 jika mulai dari awal.

  2. 2

    Tambahkan setoran rutin

    Masukkan jumlah yang ingin Anda tambah setiap bulan atau tahun, lalu pilih apakah setoran dilakukan di awal atau akhir periode.

  3. 3

    Tetapkan tingkat tahunan

    Gunakan tingkat tahunan efektif seperti APY jika tersedia, lalu pilih seberapa sering bunga dimajemukkan.

  4. 4

    Pilih jangka waktu

    Pilih jumlah tahun yang diinginkan. Proyeksi akan menampilkan saldo, total setoran, dan estimasi bunga dari tahun ke tahun.

Bagaimana bunga majemuk mengubah hasil

Bunga majemuk bisa terlihat kecil pada tahun-tahun awal, tetapi dampaknya besar dalam jangka panjang. Perbedaan antara menabung lebih awal dan menabung belakangan tidak bergerak lurus, karena setiap tahun dapat menghasilkan bunga atas bunga sebelumnya.

Nilai masa depan Rp200.000 per bulan dengan imbal hasil tahunan 6%

Jangka waktu Total setoran Bunga diperoleh Saldo akhir
10 tahun Rp24.000.000 Rp8.819.000 Rp32.819.000
20 tahun Rp48.000.000 Rp44.398.000 Rp92.398.000
30 tahun Rp72.000.000 Rp128.898.000 Rp200.898.000
40 tahun Rp96.000.000 Rp297.720.000 Rp393.720.000

Setoran bulanan dan tingkat tahunan tetap sama. Waktu memberi dampak terbesar karena bunga berikutnya dihitung dari saldo yang makin besar.

Rumus dasar

Untuk setoran yang sama besar pada akhir setiap periode:

FV = P x (1 + r)^n + C x (((1 + r)^n - 1) / r)

Di mana P = saldo awal, C = setoran per periode, r = tingkat per periode (tingkat tahunan / periode per tahun), dan n = jumlah periode.

Tips praktis

  • Mulai lebih awal jika bisa. Tambahan beberapa tahun di awal sering mengalahkan setoran bulanan yang jauh lebih besar di kemudian hari.
  • Gunakan imbal hasil riil untuk perencanaan. Jika inflasi 3% dan tabungan menghasilkan 4%, perkiraan imbal hasil riil sekitar 1%.
  • Samakan frekuensi majemuk dengan produk Anda. Rekening dengan bunga bulanan, deposito tahunan, dan rekening berbunga harian dapat memberi hasil berbeda walau tingkat yang diumumkan sama.
  • Periksa pajak dan biaya. Aturan pajak lokal, biaya, dan syarat penarikan dapat mengubah hasil. Anggap proyeksi ini sebagai estimasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

APY memasukkan dampak bunga majemuk pada hasil tabungan. APR lebih sering dipakai untuk biaya pinjaman dan tidak menunjukkan manfaat majemuk dengan cara yang sama. Untuk proyeksi tabungan, gunakan APY atau tingkat tahunan efektif lokal jika tersedia.

Tidak secara otomatis. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan nominal. Untuk memperkirakan pertumbuhan riil, kurangi tingkat tahunan dengan inflasi yang diharapkan lalu masukkan angka bersih tersebut.

Setoran di awal periode mendapat satu periode majemuk tambahan, sehingga biasanya menghasilkan saldo lebih tinggi dalam jangka panjang. Akhir periode lebih mirip dengan banyak transfer manual rutin.

Tidak. Proyeksi dihitung di browser Anda, dan angka yang Anda masukkan tetap berada di perangkat Anda.

Alat Terkait