Kalkulator Kemampuan Membayar Sewa

Sewa bulanan

Perkirakan sewa bulanan yang sesuai dengan porsi penghasilan kotor rumah tangga pilihan Anda. Kalkulator ini menggabungkan sewa dan utilitas yang dibayar penyewa dalam satu anggaran hunian, lalu mengurangi biaya utilitas sebelum menampilkan perkiraan sewa maksimum. Porsi bawaan 30% merupakan patokan yang umum digunakan, tetapi batas pribadi Anda mungkin perlu lebih rendah setelah pajak, cicilan, transportasi, pengasuhan anak, tabungan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Cara memperkirakan sewa yang terjangkau

  1. 1

    Masukkan penghasilan kotor rumah tangga

    Gunakan penghasilan tahunan sebelum pajak dari semua orang yang akan rutin ikut membayar sewa.

  2. 2

    Tambahkan utilitas yang dibayar penyewa

    Perkirakan biaya bulanan listrik, gas, air, dan utilitas lain yang tidak termasuk dalam harga sewa.

  3. 3

    Pilih porsi biaya hunian

    Mulailah dari 30% sebagai patokan, lalu coba persentase lebih rendah jika pengeluaran tetap lain membuat sisa anggaran terlalu sempit.

Rumus dan patokan 30%

Perhitungannya adalah:

anggaran hunian bulanan = penghasilan kotor tahunan / 12 × persentase hunian

perkiraan sewa maksimum = max(0, anggaran hunian bulanan − utilitas yang dibayar penyewa)

HUD di Amerika Serikat kerap mengukur biaya hunian penyewa menggunakan sewa bruto, yaitu sewa dalam kontrak ditambah utilitas. HUD menyebut rumah tangga yang menghabiskan lebih dari 30% penghasilan untuk hunian sebagai terbebani biaya, dan lebih dari 50% sebagai sangat terbebani. Ambang ini berguna untuk perbandingan, tetapi HUD juga mengingatkan bahwa satu persentase tetap menyederhanakan kondisi nyata: dua rumah tangga dengan rasio sama dapat memiliki sisa uang kebutuhan pokok yang sangat berbeda.

Contoh perhitungan

Dengan penghasilan kotor Rp720.000.000 per tahun, target 30%, dan utilitas Rp2.500.000 per bulan:

  • Penghasilan kotor bulanan: Rp720.000.000 / 12 = Rp60.000.000
  • Total anggaran hunian: Rp60.000.000 × 30% = Rp18.000.000
  • Perkiraan sewa maksimum: Rp18.000.000 − Rp2.500.000 = Rp15.500.000
  • Penghasilan kotor tersisa: Rp60.000.000 − Rp18.000.000 = Rp42.000.000

Untuk rumah tangga berpenghasilan Rp600.000.000 dengan utilitas Rp2.000.000 per bulan:

Porsi hunian Anggaran sewa + utilitas Perkiraan sewa maksimum Penghasilan kotor tersisa
25% Rp12.500.000 Rp10.500.000 Rp37.500.000
30% Rp15.000.000 Rp13.000.000 Rp35.000.000
35% Rp17.500.000 Rp15.500.000 Rp32.500.000

Hal yang belum tercakup

Hasil ini adalah rasio untuk perencanaan, bukan anggaran arus kas lengkap atau keputusan persetujuan pemilik. Kalkulator memakai penghasilan kotor, jadi bandingkan hasil dengan penghasilan bersih lalu kurangi cicilan, makanan, transportasi, kesehatan, pengasuhan anak, tabungan, dan biaya tetap lain. Siapkan dana terpisah untuk uang jaminan, biaya administrasi, pindahan, dan perlindungan barang pribadi bila diperlukan. Biaya utilitas dapat berubah menurut musim dan kondisi properti; tanyakan apa saja yang sudah termasuk dan periksa tagihan sebelumnya jika tersedia.

Sumber: data keterjangkauan sewa HUD dan pembahasan HUD tentang ukuran 30%.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kalkulator ini menggabungkan sewa dan utilitas yang dibayar penyewa. Masukkan hanya utilitas yang akan Anda bayar terpisah. Jika semuanya sudah termasuk dalam sewa, masukkan nol.

Tidak. Tiga puluh persen adalah patokan umum, bukan jaminan pribadi. Cicilan atau biaya pengasuhan, transportasi, dan kesehatan yang tinggi dapat mengharuskan target lebih rendah.

Belum tentu. Pemilik dapat memakai aturan sendiri mengenai kelipatan penghasilan, riwayat kredit atau sewa, penjamin, dan dokumen. Hasil ini hanya memperkirakan rasio anggaran.

Tidak ada berkas yang diunggah. Nilai penghasilan, utilitas, dan persentase diproses untuk menampilkan perkiraan dan dapat muncul di alamat halaman dalam tampilan bertahap. Jangan masukkan data identitas atau rekening.

Alat Terkait

Alat ini tersedia dalam bahasa lain