Kalkulator Dividen

Pendapatan tahunan

Gunakan kalkulator dividen ini untuk mengubah jumlah saham, harga saat ini, dan dividen tahunan per saham menjadi proyeksi pendapatan. Tambahkan pertumbuhan dividen dan persentase yang direinvestasikan untuk melihat dampak DRIP atau reinvestasi otomatis terhadap pendapatan masa depan.

Cara memproyeksikan pendapatan dividen

  1. 1

    Masukkan kepemilikan

    Isi jumlah saham dan harga per saham saat ini. Kalkulator memperkirakan nilai awal dan dividend yield saat ini.

  2. 2

    Tentukan dividen

    Masukkan dividen tahunan per saham. Jika emiten membayar per kuartal, kalikan dividen kuartal terakhir dengan 4.

  3. 3

    Tambahkan asumsi pertumbuhan

    Gunakan pertumbuhan dividen tahunan yang konservatif dan pilih berapa persen pembayaran yang akan direinvestasikan.

  4. 4

    Tinjau proyeksi

    Bandingkan pendapatan tahunan, rata-rata bulanan, yield saat ini, dan total dividen selama periode yang dipilih.

Rumus utama

Pendapatan dividen tahunan = saham × dividen tahunan per saham.

Dividend yield saat ini = dividen tahunan per saham ÷ harga saham saat ini × 100.

Imbal hasil atas biaya = dividen tahunan saat ini per saham ÷ harga beli awal per saham × 100. Contoh: saham yang dibeli di Rp40.000 dan kini membayar Rp2.000 per saham memiliki imbal hasil atas biaya 5,00 %, meskipun harga saat ini Rp80.000 berarti yield berjalan 2,50 %.

Reinvestasi DRIP memakai seluruh atau sebagian dividen untuk membeli saham tambahan. Saham tambahan itu dapat menghasilkan dividen pada periode berikutnya, sehingga proyeksi tumbuh lewat kenaikan dividen dan kenaikan jumlah saham.

Contoh proyeksi

Misalnya Anda memiliki 100 saham pada harga Rp50.000 per saham. Emiten membayar dividen Rp1.500 per saham per tahun, Anda memakai asumsi pertumbuhan dividen 6 %, dan semua pembayaran direinvestasikan.

Tahun Saham Dividen/saham Pendapatan tahunan Dividen kumulatif
1 103,00 Rp1.500 Rp150.000 Rp150.000
5 116,23 Rp1.890 Rp214.000 Rp906.000
10 137,19 Rp2.540 Rp333.000 Rp2.253.000
20 211,76 Rp4.550 Rp910.000 Rp8.715.000

Tanpa reinvestasi, dividen per saham masih bisa naik, tetapi jumlah saham tetap. Karena itu, pisahkan dividen yang diterima tunai dari dividen yang dipakai untuk menambah kepemilikan.

Yang tidak dimodelkan kalkulator

  • Pajak. Dividen dapat dikenai pajak atau pemotongan meskipun direinvestasikan. Untuk estimasi bersih, kurangi yield atau jumlah reinvestasi sesuai beban pajak yang Anda perkirakan.
  • Pemotongan dividen. Emiten dapat menurunkan, menunda, atau membatalkan dividen. Tingkat pertumbuhan adalah asumsi, bukan jaminan.
  • Volatilitas harga. Kalkulator memakai harga saat ini untuk yield dan reinvestasi. Harga beli sebenarnya akan berubah mengikuti pasar.
  • Risiko mata uang. Saham luar negeri menambah risiko kurs terhadap rupiah.
  • Biaya dan withholding tax. Biaya broker, biaya reksa dana/ETF, dan pajak luar negeri dapat mengurangi dana yang bisa direinvestasikan.

Pemeriksaan praktis

  • Bandingkan dividend yield dengan riwayat emiten dan sektor; yield sangat tinggi bisa terjadi karena harga saham turun tajam.
  • Periksa payout ratio dan arus kas bebas. Dividen yang tidak tertutup laba atau kas lebih rentan.
  • Lihat riwayat kenaikan, penurunan, dan pembayaran yang terlewat, bukan hanya yield terakhir.
  • Pakai asumsi konservatif untuk saham siklikal, REIT, dan perusahaan yang sensitif terhadap suku bunga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Masukkan dividen tahunan per saham. Jika saham membayar Rp375 per kuartal, gunakan Rp1.500. Jika membayar bulanan, kalikan pembayaran terakhir dengan 12.

Itu adalah bagian dari setiap dividen yang direinvestasikan. Gunakan 100 % untuk reinvestasi penuh, 0 % untuk menerima semuanya tunai, atau nilai di antaranya.

Mulai dari angka terendah antara pertumbuhan 5 tahun dan 10 tahun, lalu turunkan jika laba, utang, atau payout ratio tampak tertekan.

Tidak. Ini proyeksi edukatif. Saham dividen bisa turun nilainya, pembayaran tidak dijamin, dan pajak bergantung pada negara serta jenis rekening.

Alat Terkait