Konverter Laju Transfer Data

Hasil
Berikutnya

Masukkan nilai lebar pita, pilih satuannya, lalu peroleh ekivalensinya dalam berbagai satuan umum lainnya, bit dan byte. Gunakan nilai tersebut untuk mengonversi angka 940 Mbps pada paket fiber Anda menjadi kecepatan unduhan (MB/s) yang sebenarnya dilaporkan oleh alat pengelola unduhan, menentukan ukuran gateway NAT AWS dalam satuan MB/s, atau membandingkan dua angka yang menggunakan satuan berbeda.

Cara mengonversi tingkat transfer

  1. 1

    Masukkan tarif

    Semua angka positif diperbolehkan; angka desimal juga dapat digunakan, 2,5 Gbps merupakan nilai masukan yang valid.

  2. 2

    Pilih unit sumber

    bps, Kbps, Mbps, Gbps, dan Tbps untuk bit per detik (bit/s), atau KB/s, MB/s, GB/s untuk byte per detik.

  3. 3

    Pilih unit target

    Konverter ini mencakup satuan SI standar, dari bps hingga Tbps dan dari B/s hingga GB/s, semuanya dengan skala ×1000. Satuan berbasis 1024 (IEC) seperti MiB/s tidak disertakan.

  4. 4

    Baca hasilnya

    Anda memperoleh kesetaraan langsung dalam unit yang Anda pilih. Contohnya, 100 Mbps setara dengan 12,5 MB/s, angka yang biasanya dilaporkan oleh pengelola unduhan.

Bit, byte, dan mengapa penyedia layanan internet menyatakan dalam satuan bit

Penyedia layanan internet (ISP) dan vendor jaringan mencantumkan kapasitas transmisi dalam bit (Mbps, Gbps), sedangkan manajer file serta dialog transfer pada sistem operasi menggunakan satuan byte (MB/s, MiB/s). Konversinya sangat sederhana: bagi nilai dalam bit dengan 8.

  • 100 Mbps = teoritis 12,5 MB/s, setelah pembulatan berdasarkan 1024 menjadi sekitar 11,2 MiB/s, dan secara praktis berkisar antara 10 hingga 11 MiB/s.
  • 1 Gbps = teoritis 125 MB/s, sekitar 119,2 MiB/s, dan dalam kondisi nyata pada koneksi gigabit berkabel berkisar antara 110 hingga 118 MiB/s.
  • 10 Gbps = 1,25 GB/s secara teoritis.

Kapasitas Referensi

Tingkat Rasanya seperti
1 Mbps Streaming audio, web dasar
5 Mbps Video definisi standar
15–25 Mbps Satu siaran Netflix berresolusi 1080p
50 Mbps Siaran 4K berkualitas tinggi, cocok untuk keluarga kecil
100 Mbps Kabel serat optik modern untuk rumah tangga
300–500 Mbps Kategori tengah serat optik yang umum
1 Gbps Kabel serat optik kelas atas, kantor kecil
2,5–10 Gbps Prosumer, pusat data, SAN
40–400 Gbps Jaringan inti, berskala sangat besar dari timur ke barat

Teoretis vs. Praktis

Laju throughput aktual selalu lebih rendah daripada laju utama. Penyebabnya meliputi:

  • Beban protokol: TCP/IP menambah beban sekitar 3–5% dibandingkan dengan Ethernet.
  • Handshake dan TLS: Koneksi baru memerlukan satu atau dua kali transaksi balik (round-trip).
  • Persaingan: Media bersama (Wi-Fi, kabel) membagi bandwidth antar pengguna.
  • Sisi server: Sumbernya mungkin lebih lambat dibandingkan tautan Anda.
  • Jarak dan waktu respons (RTT). Latensi yang tinggi membatasi throughput pada satu aliran TCP saja.

Aturan yang berguna: perkirakan sekitar 80–90% dari laju yang ditetapkan untuk koneksi kabel, dan 40–70% untuk Wi-Fi, tergantung pada kualitas sinyal.

MiB/s versus MB/s

Sistem operasi masing-masing memiliki metode pengukuran yang berbeda. macOS dan Linux umumnya menampilkan nilai MB/s menggunakan definisi desimal, sedangkan Windows sering menampilkan MB/s tetapi menggunakan perhitungan berbasis 1024 (sehingga sebenarnya merupakan MiB/s). Saat membandingkan throughput yang dilaporkan antar perangkat, pastikan Anda mengetahui skema pengukuran yang digunakan oleh masing-masing sistem, perbedaan sebesar 10% pada tampilan layar dapat mencerminkan perbedaan nilai nyata yang sama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ya. Secara teori, 1 Gbps setara dengan 125 MB/s, namun beban tambahan dari protokol TCP/IP dan protokol Ethernet ditambah kerugian sinyal kabel umumnya menyebabkan kecepatan transfer dalam kondisi nyata menggunakan kabel turun menjadi 105–118 MB/s. Hal ini bukan merupakan kesalahan teknis, melainkan hasil normal dari kinerja koneksi tersebut.

Volume data yang tercatat dalam tagihan bergantung pada volume penggunaan, bukan pada kecepatan puncak. Sebuah koneksi berkecepatan 1 Gbps yang digunakan secara konstan selama satu jam akan mengirimkan 450 GB data, jumlah inilah yang menjadi dasar perhitungan tagihan. Kecepatan puncak hanya relevan untuk penentuan kapasitas koneksi, tidak untuk penetapan harga.

Huruf kecil “b” berarti bit, sedangkan huruf kapital “B” berarti byte. 100 Kbps setara dengan 12,5 kB/s. Penggunaan huruf kapital atau kecil sangat penting dalam menentukan bandwidth, meskipun sering diabaikan dalam penulisan sehari-hari.

Klien Wi-Fi 6 bereskala 2×2 pada saluran 160 MHz secara teoritis dapat mencapai kecepatan sekitar 1,2 Gbps. Dalam kondisi nyata dengan sinyal yang baik dan tanpa gangguan, throughput umumnya berkisar antara 500 hingga 900 Mbps; sedangkan pada jaringan yang padat, kecepatannya turun ke kisaran ratusan Mbps.

Nilai yang Anda masukkan dikirim ke server kami untuk menghitung hasilnya sebagai bagian dari interaksi halaman, dan nilai tersebut muncul sebentar di tautan halaman saat Anda menelusuri langkah-langkah alat ini. Nilai tidak disimpan, dicatat, atau dibagikan kepada siapa pun. Hanya statistik penggunaan anonim yang dikumpulkan.

Alat Terkait

Alat ini tersedia dalam bahasa lain