Kalkulator Rasio Kompresi

Rasio kompresi
Berikutnya

Hitung rasio kompresi statis mesin Anda dalam hitungan detik. Masukkan diameter dan langkah silinder dalam milimeter, lalu volume ruang bakar dalam cc, yaitu ruang bakar ditambah paking kepala silinder ditambah celah dek di titik mati atas. Kalkulator mengembalikan rasio kompresi dalam bentuk X,X:1 beserta volume sapuan (perpindahan) satu silinder dalam sentimeter kubik. Cocok untuk perakit mesin, tuner, dan penghobi yang ingin melihat bagaimana pembubutan kepala silinder, paking lebih tebal, atau piston berbeda mengubah RK.

Cara menggunakan kalkulator rasio kompresi

  1. 1

    Masukkan diameter dan langkah

    Ketik diameter dan langkah silinder dalam milimeter untuk menentukan volume sapuan.

  2. 2

    Tambahkan volume ruang bakar

    Masukkan total volume di atas piston pada TMA dalam cc (ruang bakar + paking + celah dek).

  3. 3

    Baca hasilnya

    Lihat rasio kompresi sebagai X,X:1 dan volume sapuan per silinder dalam cc.

Rumus rasio kompresi

Rasio kompresi statis membandingkan total volume silinder di titik mati bawah dengan volume yang tersisa di titik mati atas:

volume sapuan = (π ÷ 4) × diameter² × langkah
rasio kompresi = (volume sapuan + volume ruang bakar) ÷ volume ruang bakar

Volume sapuan adalah ruang yang dipindahkan piston antara TMA dan TMB. Volume ruang bakar adalah segala sesuatu yang tersisa di atas piston pada TMA: ruang bakar, lubang paking kepala silinder, celah dek, serta kantong klep atau cekungan piston. Karena diameter dan langkah biasanya dalam milimeter, bagi volume sapuan dengan 1.000 untuk menyatakannya dalam cc.

Contoh perhitungan

Ambil satu silinder dengan diameter 86 mm, langkah 86 mm, dan volume ruang bakar 50 cc.

  • Volume sapuan = (π ÷ 4) × 86² × 86 ÷ 1000 ≈ 499,6 cc
  • Rasio kompresi = (499,6 + 50) ÷ 50 ≈ 10,99:1

Kurangi volume ruang bakar (bubut kepala silinder, paking lebih tipis), rasio naik; perbesar (piston cekung, paking lebih tebal), rasio turun.

Bagaimana volume ruang bakar memengaruhi rasio

Diameter (mm) Langkah (mm) Ruang bakar (cc) Volume sapuan (cc) Rasio kompresi
86 86 60 499,6 9,33:1
86 86 50 499,6 10,99:1
86 86 45 499,6 12,10:1
86 86 40 499,6 13,49:1

Kesalahan umum

  • Mencampur satuan. Pertahankan diameter dan langkah dalam milimeter agar konversi cc (÷1000) tetap valid; jangan pernah mencampur inci dan milimeter.
  • Lupa paking dan celah dek. Volume ruang bakar bukan hanya ruang bakar: tambahkan volume lubang paking dan setiap ketinggian dek di atas piston.
  • RK statis vs dinamis. Ini adalah rasio statis (geometris). Kompresi dinamis, yang memperhitungkan waktu buka-tutup klep, selalu lebih rendah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Yaitu total volume yang tersisa di atas piston saat berada di titik mati atas: ruang bakar, lubang paking kepala silinder, celah dek, ditambah cekungan piston atau kantong klep mana pun. Ukur atau jumlahkan semuanya dalam cc lalu masukkan totalnya.

Mesin bensin tanpa turbo umumnya berjalan sekitar 9:1 hingga 12:1, dengan rakitan performa tinggi atau E85 yang lebih tinggi. Mesin turbo dan supercharger biasanya lebih rendah, sekitar 8:1 hingga 10:1, untuk mengendalikan knocking. Mesin diesel jauh lebih tinggi, sering kali 16:1 hingga 22:1.

Ini memberikan rasio kompresi statis (geometris) yang murni berdasarkan volume sapuan dan ruang bakar. Kompresi dinamis, yang bergantung pada waktu penutupan klep masuk, selalu lebih rendah dan memerlukan data noken as untuk dihitung.

Angka yang Anda masukkan dikirim ke server kami hanya untuk menghitung hasilnya. Angka tersebut tidak disimpan atau dibagikan. Dalam tampilan bertahap, nilai-nilai tersebut juga ikut terbawa dalam tautan halaman antar langkah, jadi hindari membagikan tautan berisi angka yang ingin Anda rahasiakan.

Alat Terkait