Kalkulator bunga majemuk

Saldo akhir

Bunga majemuk berarti bunga dihitung atas dana awal sekaligus bunga yang sudah terkumpul. Kalkulator ini memperkirakan nilai masa depan saldo awal ditambah setoran rutin, dengan tingkat tahunan dan kapitalisasi harian, bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan.

Cara memproyeksikan pertumbuhan majemuk

  1. 1

    Masukkan saldo awal

    Isi dana yang sudah tersedia saat ini. Gunakan nol jika hanya ingin memodelkan setoran masa depan.

  2. 2

    Tambahkan setoran per periode

    Setoran dianggap masuk pada akhir setiap periode kapitalisasi: bulanan untuk kapitalisasi bulanan, kuartalan untuk kapitalisasi kuartalan.

  3. 3

    Atur tingkat tahunan dan frekuensi

    Gunakan tingkat nominal tahunan dari produk atau asumsi investasi Anda, lalu pilih seberapa sering bunga dikreditkan.

  4. 4

    Pilih jangka waktu

    Lihat saldo akhir, total setoran, dan bunga yang diperoleh. Jalankan lagi dengan tingkat lebih rendah untuk memperhitungkan inflasi, pajak, atau biaya.

Rumus

Untuk dana awal tanpa setoran tambahan: A = P * (1 + r/n)^(n*t), dengan P sebagai pokok, r tingkat nominal tahunan dalam desimal, n jumlah periode kapitalisasi per tahun, dan t jumlah tahun.

Dengan setoran PMT di akhir setiap periode, tambahkan PMT * ((1 + r/n)^(n*t) - 1) / (r/n). Jika tingkatnya 0%, bagian setoran cukup PMT * n * t.

Contoh 30 tahun

Saldo awal Rp10.000.000, setoran bulanan Rp300.000, tingkat nominal tahunan 7%, kapitalisasi bulanan:

Tahun Saldo Disetor Bunga diperoleh
5 Rp36.060.000 Rp28.000.000 Rp8.060.000
10 Rp72.350.000 Rp46.000.000 Rp26.350.000
20 Rp195.880.000 Rp82.000.000 Rp113.880.000
30 Rp446.560.000 Rp118.000.000 Rp328.560.000

Tabel ini bukan ramalan pasar. Ini hanya menunjukkan matematika ketika tingkat rata-rata konstan digunakan. Dalam investasi nyata, imbal hasil berubah-ubah dan biaya, pajak, serta inflasi mengurangi daya beli.

Tingkat nominal, efektif, dan riil

Tingkat nominal 6% yang dikapitalisasi bulanan menghasilkan tingkat efektif tahunan (1 + 0.06/12)^12 - 1 = 6.168%. Kapitalisasi harian mencapai sekitar 6.183%. Tingkat efektif lebih baik untuk membandingkan produk; tingkat riil juga mengurangi inflasi.

Kesalahan umum

  • Salah membaca periode setoran. Di alat ini, setoran berlaku per periode kapitalisasi, bukan otomatis per bulan.
  • Mengabaikan pajak, biaya, dan inflasi. Imbal hasil nominal 7% dengan inflasi 3% kira-kira menjadi 4% riil sebelum pajak dan biaya.
  • Menganggap rata-rata sebagai janji. Asumsi jangka panjang membantu perencanaan, tetapi hasil per tahun bisa sangat berbeda.
  • Hanya membandingkan tingkat nominal. Deposito, reksa dana, obligasi, dan tabungan lebih adil dibandingkan dengan tingkat efektif dan biaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Gunakan frekuensi yang tertulis pada produk. Deposito bisa membayar bunga saat jatuh tempo atau berkala, beberapa tabungan menghitung harian, dan pinjaman sering dihitung bulanan.

Tidak. Proyeksi ini sebelum pajak, biaya, dan inflasi. Pajak bunga deposito, biaya manajemen reksa dana, dan biaya transaksi dapat mengubah hasil bersih.

Pilih asumsi konservatif sesuai kelas aset, mata uang, dan risiko. Untuk rupiah, uji juga skenario riil setelah inflasi agar tidak tertipu angka nominal.

Kalkulator ini menganggap setoran masuk di akhir periode. Setoran di awal periode akan memperoleh satu periode bunga tambahan dan menghasilkan saldo akhir sedikit lebih tinggi.

Alat Terkait