Generator Progresi Akor

Pilih kunci

Susun progresi akor yang siap dijadikan lagu dalam hitungan detik. Pilih kunci, mode, gaya, panjang, dan tingkat kerumitan, lalu dapatkan nama akor, angka Romawi, tabel akor diatonis, serta ide alternatif untuk bait, reff, bridge, atau kadens yang bisa Anda salin ke lembar chord, sesi DAW, atau buku latihan.

Cara menggunakan generator progresi akor

  1. 1

    Pilih kunci dan mode

    Tentukan pusat tonal dan apakah progresi harus terasa mayor, minor natural, atau minor harmonis.

  2. 2

    Bentuk bagian lagu

    Pilih gaya, jumlah akor, dan tingkat kerumitan agar polanya condong ke pop, rock, jazz, musik film, R&B, atau folk.

  3. 3

    Salin harmoninya

    Gunakan baris akor, angka Romawi, nada tangga nada, dan alternatifnya sebagai titik awal untuk menulis lagu, transposisi, atau berlatih.

Angka Romawi menggambarkan fungsi akor terhadap kuncinya. Dalam C mayor, I - V - vi - IV menjadi C - G - Am - F. Pindahkan angka Romawi yang sama ke Bes mayor dan idenya berubah menjadi Bb - F - Gm - Eb. Di Indonesia, nada sering disebut dengan solmisasi do-re-mi atau notasi angka, sementara simbol akor tetap memakai huruf internasional (C, D, E); itulah sebabnya pencipta lagu, guru musik, dan musisi sesi biasanya membicarakan fungsi lebih dulu, baru nama akornya.

Generator ini berangkat dari tangga nada yang dipilih, menyusun triad pada tiap tingkat nada, lalu menerapkan pola gaya pada akor-akor diatonis tersebut. Minor natural mempertahankan nada ketujuh yang tidak dinaikkan, yang umum di banyak loop pop dan folk, sedangkan minor harmonis menaikkan tingkat ketujuh sehingga akor V, sang dominan, kembali ke i dengan resolusi yang lebih kuat.

Pengaturan Apa yang berubah Contoh efeknya
Kunci Pusat nada dan nama akor C mayor memakai C, G, Am, F
Mode Tangga nada dan kualitas akor A minor harmonis memakai E mayor sebagai V
Gaya Urutan fungsi Jazz menyukai gerakan ii - V - I
Panjang Jumlah akor dalam loop 4 akor untuk hook, 8 untuk frasa yang lebih panjang
Kerumitan Warna akor Mode penuh warna menambahkan ekstensi yang pas

Gunakan hasil pertama sebagai loop utama, lalu coba alternatifnya untuk memberi kontras pada bridge atau reff. Jika sebuah progresi terdengar hampir pas tetapi belum sempurna, pertahankan angka Romawinya dan ganti kunci, atau beralih antara minor natural dan minor harmonis untuk mengubah seberapa kuat kadens menarik pulang ke tonika.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Progresi akor adalah urutan akor yang tersusun rapi. Progresi memberi gerak harmonis pada bagian lagu, misalnya berpindah dari I ke V, lalu vi dan IV dalam kunci mayor.

Angka Romawi menunjukkan fungsi tiap akor di dalam kunci. Angka ini memudahkan transposisi ide yang sama dari C mayor ke Bes mayor, A minor, atau kunci lain mana pun.

Minor natural memakai tingkat nada ketujuh yang tidak dinaikkan. Minor harmonis menaikkan tingkat ketujuh itu, sehingga akor V sering berubah menjadi akor mayor atau dominan yang lebih kuat sebelum menyelesaikan ke i.

Tidak. Progresi dihasilkan secara lokal dari pola teori musik di komponen Livewire. Tidak ada audio, file, atau rekaman yang diunggah.

Alat Terkait