Decoder Sertifikat

Tempel sertifikat X.509 yang dikodekan dalam format PEM (blok -----BEGIN CERTIFICATE----- hingga -----END CERTIFICATE-----), lalu decoder membaca bidang-bidang utamanya: subjek, penerbit, nomor seri, algoritma tanda tangan, tanggal berlaku, dan Nama Alternatif Subjek jika sertifikat memilikinya. Teks sertifikat dikirim ke server untuk didekode dan tidak disimpan atau dicatat.

Cara kerja dekoder sertifikat

  1. 1

    Tempel sertifikat PEM

    Blok dengan penanda BEGIN/END CERTIFICATE. Dekoder mengharapkan bentuk PEM (teks) dari sertifikat.

  2. 2

    Bidang dibaca

    Subjek, penerbit, nomor seri, algoritma tanda tangan, dan tanggal berlaku diekstrak dari sertifikat.

  3. 3

    Periksa Nama Alternatif Subjek

    Baris SAN menampilkan nama host yang dicakup sertifikat, jika ekstensinya ada.

  4. 4

    Baca tanggal berlaku

    Bandingkan tanggal mulai dan akhir berlaku dengan hari ini untuk mendeteksi sertifikat yang kedaluwarsa.

Bidang yang ditampilkan oleh dekoder

Bidang Contoh
Subjek CN=example.com
Penerbit CN=DigiCert Global G2, O=DigiCert Inc, C=US
Nomor seri 0x04:5a:1c:8b:…
Algoritma tanda tangan sha256WithRSAEncryption
Berlaku dari 2025-11-01T00:00:00Z
Berlaku hingga 2026-11-30T23:59:59Z
Nama Alternatif Subjek (SAN) example.com, www.example.com (jika ada)

Pemeriksaan umum saat men-debug masalah TLS

  • Apakah sertifikat sudah kedaluwarsa? Periksa tanggal berlaku hingga dibanding hari ini.
  • Apakah SAN mencakup nama host yang Anda gunakan? Browser modern menolak jika hanya CN yang cocok tetapi SAN tidak mencantumkan nama host tersebut.
  • Apakah rantainya lengkap? Bandingkan penerbit sertifikat ini dengan subjek sertifikat perantara. AKI sertifikat ini harus sesuai dengan SKI sertifikat penerbit.
  • Apakah algoritma tanda tangan cukup kuat? Browser modern menolak sertifikat yang ditandatangani dengan SHA-1 atau MD5.
  • Ukuran kunci: RSA 2048-bit merupakan batas minimum saat ini untuk CA publik; 3072-4096 lebih disarankan untuk sertifikat berumur panjang. ECC P-256 kompak dan aman.

PEM versus DER

  • PEM: teks ASCII yang dikodekan base64 di antara penanda -----BEGIN/END-----; mudah disalin dan ditempel. Inilah bentuk yang diharapkan dekoder.
  • DER: bentuk biner dari data yang sama. Beberapa berkas .crt atau .cer berformat DER; jika Anda memilikinya, ubah dulu ke PEM, misalnya dengan openssl x509 -inform DER -in cert.crt -outform PEM.

Privasi

Teks sertifikat dikirim ke server kami agar bidang-bidangnya dapat didekode dengan OpenSSL. Teks tersebut tidak disimpan, dicatat, atau dibagikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Alat ini menganalisis dan menampilkan isi bidang data, tetapi tidak memverifikasi tanda tangan terhadap penerbitnya. Untuk validasi lengkap, gunakan openssl verify atau alat peninjau sertifikat di peramban.

Tidak, ini hanya berupa sertifikat belaka. Materi kunci publik diekstraksi dari sertifikat tersebut; kunci privat tidak boleh pernah dimasukkan ke dalam alat web apa pun.

Dekoder ini khusus untuk sertifikat. CSR (Permintaan Penandatanganan Sertifikat) dan kunci privat tidak didukung, jadi jangan tempel blok yang dimulai dengan -----BEGIN CERTIFICATE REQUEST-----. Untuk rantai sertifikat, setiap sertifikat harus didekode secara terpisah.

openssl s_client -servername example.com -connect example.com:443 < /dev/null | openssl x509 -outform PEM; atau ekspor dari aplikasi penampil sertifikat di peramban Anda.

Alat Terkait