Kalkulator deposito berjangka

Perkiraan CD

Deposito berjangka menempatkan dana untuk tenor tertentu dengan tingkat bunga yang disepakati di awal. Masukkan nominal, suku bunga tahunan, tenor, dan frekuensi kapitalisasi untuk memperkirakan nilai saat jatuh tempo dan total bunga. Ini membantu membandingkan deposito jangka panjang, perpanjangan tahunan, dan tabungan yang lebih fleksibel.

Cara menghitung hasil deposito

  1. 1

    Masukkan nominal dan tenor

    Setoran minimum beragam antarbank, umumnya mulai dari Rp10 juta, sementara bunga terbaik sering mensyaratkan nominal atau dana baru tertentu. Tenor deposito biasanya mulai dari 1 bulan hingga beberapa tahun.

  2. 2

    Masukkan suku bunga tahunan

    Gunakan suku bunga tahunan yang tertera dalam ketentuan produk. Kalkulator akan menghitung imbal hasil tahunan efektif dari bunga tersebut beserta frekuensi kapitalisasi pilihan Anda.

  3. 3

    Pilih kapitalisasi

    Harian, bulanan, triwulanan, atau tahunan. Kapitalisasi yang lebih sering menaikkan imbal hasil efektif sedikit di atas bunga nominal; pada kapitalisasi tahunan keduanya sama.

  4. 4

    Baca hasilnya

    Anda akan melihat nilai jatuh tempo, total bunga, total imbal hasil sebagai bagian dari setoran, imbal hasil efektif yang dihitung, serta tabel pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Rumus

Nilai akhir = Pokok × (1 + r/n)^(n × tahun)

dengan r adalah bunga nominal tahunan dalam bentuk desimal dan n adalah jumlah kapitalisasi per tahun. Imbal hasil tahunan efektif mengikuti kapitalisasi yang sama:

APY = (1 + r/n)^n − 1

Bunga tahunan 4,50% dengan kapitalisasi bulanan menghasilkan imbal hasil tahunan efektif 4,59%; dengan kapitalisasi harian 4,60%. Jika bank sudah mengiklankan imbal hasil efektif alih-alih bunga nominal, masukkan angka itu dan pilih kapitalisasi tahunan: rumus menyederhana menjadi Pokok × (1 + APY)^tahun dan hasilnya tepat. Menambahkan kapitalisasi harian atau bulanan di atas imbal hasil efektif yang sudah diiklankan akan sedikit melebih-lebihkan hasil, karena imbal hasil efektif sudah mencakup efek tersebut.

Contoh dalam rupiah

  • Setoran: Rp100.000.000
  • Suku bunga tahunan: 5,00%
  • Kapitalisasi: bulanan
  • Tenor: 3 tahun

Nilai jatuh tempo bruto = Rp100.000.000 × (1 + 0,05/12)^(12 × 3) = Rp116.147.223

Bunga bruto = Rp16.147.223, setara dengan imbal hasil tahunan efektif 5,12%. Dengan bunga yang sama namun kapitalisasi tahunan, nilai akhirnya menjadi Rp115.762.500: frekuensi kapitalisasi saja bernilai sekitar Rp385.000 dalam tiga tahun.

Nilai bersih dapat berbeda karena pajak bunga deposito dan ketentuan bank.

Strategi tangga deposito

Alih-alih menempatkan semua dana pada satu tenor panjang, Anda dapat membaginya ke tenor 3, 6, 12, 24, dan 36 bulan. Setiap jatuh tempo memberi kesempatan menilai ulang suku bunga.

  • Sebagian dana kembali tersedia secara berkala.
  • Risiko mengunci semua dana pada bunga yang kurang menarik berkurang.
  • Jadwal jatuh tempo lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan kas.

Pencairan sebelum jatuh tempo

Periksa syarat produk sebelum membuka deposito:

  • Apakah pencairan sebelum jatuh tempo diperbolehkan.
  • Apakah bunga berjalan hangus atau dikenai penalti.
  • Apakah suku bunga penjaminan LPS relevan untuk status penjaminan.
  • Apakah nominal berada dalam batas penjaminan LPS.

Deposito dan alternatif

Produk Akses dana Peran umum Perlindungan
Tabungan Fleksibel Dana harian dan cadangan darurat Dijamin LPS jika memenuhi syarat
Deposito berjangka Saat jatuh tempo Imbal hasil tetap untuk tenor tertentu LPS menjamin sampai Rp2 miliar per nasabah per bank, jika memenuhi syarat
Reksa dana pasar uang Umumnya likuid dalam beberapa hari Parkir dana dengan nilai yang dapat berubah Bukan simpanan bank, tidak dijamin LPS
Surat Berharga Negara Dapat diperdagangkan atau ditahan sampai jatuh tempo Eksposur ke obligasi pemerintah Bukan penjaminan simpanan
Obligasi korporasi Bergantung pasar Kupon lebih tinggi dengan risiko kredit Tidak dijamin LPS

Suku bunga bergerak mengikuti kebijakan Bank Indonesia; bandingkan penawaran berdasarkan bunga yang diiklankan bank.

Kapan deposito masuk akal

  • Dana punya target waktu jelas, seperti biaya pendidikan atau uang muka rumah.
  • Anda ingin mengunci tingkat bunga untuk sebagian tabungan.
  • Anda ingin memisahkan dana jangka menengah dari rekening transaksi.

Kapan perlu hati-hati

  • Dana mungkin dibutuhkan sebelum jatuh tempo.
  • Anda memperkirakan bunga akan naik tajam.
  • Nominal melebihi batas penjaminan atau terkonsentrasi di satu bank.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Masukkan suku bunga tahunan dari ketentuan deposito beserta frekuensi kapitalisasinya; kalkulator akan menghitung imbal hasil tahunan efektif dari keduanya. Bank mengiklankan bunga deposito per tenor agar penawaran dengan ketentuan berbeda dapat dibandingkan secara adil. Jika Anda hanya memiliki angka imbal hasil efektif, masukkan angka itu dan pilih kapitalisasi tahunan agar nilai jatuh tempo keluar tepat.

Deposito pada bank peserta LPS dapat dijamin jika memenuhi syarat, termasuk tingkat bunga tidak melebihi ketentuan LPS. Batas umum penjaminan adalah Rp2 miliar per nasabah per bank.

Ya. Bunga deposito di Indonesia umumnya dikenai pajak final sesuai ketentuan yang berlaku. Bank biasanya memotongnya sebelum dana diterima nasabah.

Dana dapat masuk ke rekening, diperpanjang otomatis, atau mengikuti instruksi Anda. Catat tanggal jatuh tempo agar bisa membandingkan bunga baru sebelum perpanjangan.

Alat Terkait

Alat ini tersedia dalam bahasa lain